Kamis, 27 Februari 2014

TERIMA KASIH


Tulisan ini saya tujukan untuk kamu, semoga kamu membacanya,
sedikit saya ingin mengadu mengenai peerjaan yg bru saja saya dapat, dimulai pada tanggal 6 februari 2014 sepert biasa saya memanfaatkan salah satu aplikasi perpesanan yg biasa kita gunakan, saya berpamitan untuk memulai training di suatu daerah di jakarta, karena sedikitnya pegetahuan saya tentang ota itu saya sedikit khawatir, akhirnya saya urungkan niat saya untuk pergi menggunakan motor, saya menaiki angkutan bus kota,
Dalam perjalanan saya sedikit melamun untuk membunuh bosan sambil menuggu petunjuk untuk mendapatkan lokasi yg saya tuju, dalam hati saya berkata “sebentar lagi kita tidak akan terbatas lagi oleh materi, saya bisa kembali membelikan apa yg kamu mau, kemana pun kamu mau tanpa harus memikirkan keterbatasan biaya” tidak lama kemudian petugas bus itu meneriakan kalau tujuan saya harus dilanjutkan ddengan angkutan tujuan lain, saya ssegera turun dari bus itu, rasa takut saya selalu menghampiri tiap kali saya menginjakan kaki di kota tersebut, saya mempunyai penglaman yg sangat sangat buruk di kota ini, mungkin semacam trauma, tapi saya berusaha menghilangkan ketakutan yg amat sangat tersebut, lalu dimana agkutan yg disarankan petugas itu,??? saya hanya berjalan kaki selama satu jam dan akhirnya saya menemukan gapura yg dulu saya emui waktu melamar, setelah sampai, saya mulai menerima materi yg mereka sampaikan, berlangsung selama 3 hari tapi saya tetap saja tersesat dalam perjalanan setiap harinya,

setelah menjalani test dan training itu saya di tempatkan di daerah duri kosambi jakarta barat, memang bukan jarak yg dekat dai tempat saya tinggal, tapi mau bagaimana, itu rezeki yg harus saya terima, di tengah perjalan dari rrumah menuju tempat kerja itu, hampir setiap hari saya harus bekerja dalam keadan basah karna banjir dn kelelahan karna mendorong motor yg mogok tentu karna bajir itu juga
munngkin karna jarak dan lelah saya serinng kehabisan waktu untuk sekedar menanyakan kabar kamu, hinngga akhirnya kamu mengeluhkan waktu saya yg sedikit untuk kita bicara, berulang kali saya menjelaskan tapi mungkin alasan yg nyata itu memang tak dapat diterima,
karena kasus tersebut saya sedikit meruubah rencana hidup, dari awalnya saya berencana unuk melanjutkan kuliah saya tapi itu menjadi no3 dalam list rencana saya, karna itu akan semakinn memperketat waktu saya, saya berencana mendirikan usaha kecil dengan harapan besar, jika saya memiliki usaha tersebut tentu tidak akan ada lagi masalah keterbatasann waktu keterbtasan uang, semua akan menjadi lebih fleksibel untuk kita. Dengan sedikit bantuan teman saya mulai menemukan jalan unuk mendirikan usaha tersebut, kami berencana menyatukan modal bersama. Jujur saja saya mulai tidak sanggup bekerja dengan jarak yg begitu jauh harus saya tempuh setiap harinya. Tapi hanya ini jalan saya mengumpulkan modal. Sesabar mungkin saya bertahan, sebisa mungkin menahan lapar untuk membeli bahan bakar yg saya gunakan untuk pulang nanti,, dan di hari ini adalah hari paling mengecewakan, tidaklagi saya melihat senyum kamu, tidak lagi saya temukan kata manis untuk semangat saya,, dan barisan kalimat seketika mnghancurkan semuanya, dari cerita saya di atas kamu bisa menyimpulkan saya berusaha mati matian untuk tujuan yg sederhana, yg semua orang lakukan, saya hanya berharap kita dapat hidup bersama kelak. Harapan itu yg membuat saya mampu mengalahkan semua ketakutan saya akan jakarta, mengalahhkan lelah saya, apa itu erlihat sepertiorang yg sedang mempermaiinkan kamu??? apa itu terliha sepertipria yg hanya memberikan harapan? Hanya terimakasih yg bisa saya katakan, terimakasih telah membuat saya tulus sayang kepada seseorang, terimakasih telah merubah saya mejadi seseorang yg setia, terimakasih telah merubah ketakutan saya menjadi sesuatu yg berani saya hadapi setiap hari, terimakasih atas kata kata,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar