Tulisan ini saya tujukan untuk kamu,
semoga kamu membacanya,
sedikit saya ingin mengadu mengenai
peerjaan yg bru saja saya dapat, dimulai pada tanggal 6 februari 2014
sepert biasa saya memanfaatkan salah satu aplikasi perpesanan yg
biasa kita gunakan, saya berpamitan untuk memulai training di suatu
daerah di jakarta, karena sedikitnya pegetahuan saya tentang ota itu
saya sedikit khawatir, akhirnya saya urungkan niat saya untuk pergi
menggunakan motor, saya menaiki angkutan bus kota,
Dalam perjalanan saya sedikit melamun
untuk membunuh bosan sambil menuggu petunjuk untuk mendapatkan lokasi
yg saya tuju, dalam hati saya berkata “sebentar lagi kita tidak
akan terbatas lagi oleh materi, saya bisa kembali membelikan apa yg
kamu mau, kemana pun kamu mau tanpa harus memikirkan keterbatasan
biaya” tidak lama kemudian petugas bus itu meneriakan kalau tujuan
saya harus dilanjutkan ddengan angkutan tujuan lain, saya ssegera
turun dari bus itu, rasa takut saya selalu menghampiri tiap kali saya
menginjakan kaki di kota tersebut, saya mempunyai penglaman yg sangat
sangat buruk di kota ini, mungkin semacam trauma, tapi saya berusaha
menghilangkan ketakutan yg amat sangat tersebut, lalu dimana agkutan
yg disarankan petugas itu,??? saya hanya berjalan kaki selama satu
jam dan akhirnya saya menemukan gapura yg dulu saya emui waktu
melamar, setelah sampai, saya mulai menerima materi yg mereka
sampaikan, berlangsung selama 3 hari tapi saya tetap saja tersesat
dalam perjalanan setiap harinya,
setelah menjalani test dan training itu
saya di tempatkan di daerah duri kosambi jakarta barat, memang bukan
jarak yg dekat dai tempat saya tinggal, tapi mau bagaimana, itu
rezeki yg harus saya terima, di tengah perjalan dari rrumah menuju
tempat kerja itu, hampir setiap hari saya harus bekerja dalam keadan
basah karna banjir dn kelelahan karna mendorong motor yg mogok tentu
karna bajir itu juga
munngkin karna jarak dan lelah saya
serinng kehabisan waktu untuk sekedar menanyakan kabar kamu, hinngga
akhirnya kamu mengeluhkan waktu saya yg sedikit untuk kita bicara,
berulang kali saya menjelaskan tapi mungkin alasan yg nyata itu
memang tak dapat diterima,
karena kasus tersebut saya sedikit
meruubah rencana hidup, dari awalnya saya berencana unuk melanjutkan
kuliah saya tapi itu menjadi no3 dalam list rencana saya, karna itu
akan semakinn memperketat waktu saya, saya berencana mendirikan usaha
kecil dengan harapan besar, jika saya memiliki usaha tersebut tentu
tidak akan ada lagi masalah keterbatasann waktu keterbtasan uang,
semua akan menjadi lebih fleksibel untuk kita. Dengan sedikit bantuan
teman saya mulai menemukan jalan unuk mendirikan usaha tersebut, kami
berencana menyatukan modal bersama. Jujur saja saya mulai tidak
sanggup bekerja dengan jarak yg begitu jauh harus saya tempuh setiap
harinya. Tapi hanya ini jalan saya mengumpulkan modal. Sesabar
mungkin saya bertahan, sebisa mungkin menahan lapar untuk membeli
bahan bakar yg saya gunakan untuk pulang nanti,, dan di hari ini
adalah hari paling mengecewakan, tidaklagi saya melihat senyum kamu,
tidak lagi saya temukan kata manis untuk semangat saya,, dan barisan
kalimat seketika mnghancurkan semuanya, dari cerita saya di atas kamu
bisa menyimpulkan saya berusaha mati matian untuk tujuan yg
sederhana, yg semua orang lakukan, saya hanya berharap kita dapat
hidup bersama kelak. Harapan itu yg membuat saya mampu mengalahkan
semua ketakutan saya akan jakarta, mengalahhkan lelah saya, apa itu
erlihat sepertiorang yg sedang mempermaiinkan kamu??? apa itu terliha
sepertipria yg hanya memberikan harapan? Hanya terimakasih yg bisa
saya katakan, terimakasih telah membuat saya tulus sayang kepada
seseorang, terimakasih telah merubah saya mejadi seseorang yg setia,
terimakasih telah merubah ketakutan saya menjadi sesuatu yg berani
saya hadapi setiap hari, terimakasih atas kata kata,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar